MAKALAH MIKROBIOLOGI
TENTANG
VIRUS





DISUSUN OLEH :
                         RENI MUSTIKA (15010021)


SESI A / 2015
DOSEN PENGAMPU : Dra. GUSTINA INDRIATI, M.Kes

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT
2017






KATA PENGANTAR
                
Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah Mikrobiologi  yang berjudul “VIRUS” ini dengan seksama dan tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada ibuk Dra. Gustina Indriati, M.Kes yang telah memberi arahan kepada penulis, dan ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran penyusunan makalah ini. Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Dalam menyusun makalah ini, penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kekeliruan. Untuk itu penulis meminta maaf atas segala keterbatasan waktu dan kemampuan penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Segala kritik dan saran yang membangun dari pembaca akan penulis terima dengan sebaik mungkin.



Padang, November 2017


      Penulis








DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................            ……………    i
DAFTAR ISI ............................................................................................... ……………    ii

BAB I  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ......................................................................................................     1
B.     Rumusan Masalah ............................................................................. ……………    1
C.     Tujuan ....................................................................................................................    2

BAB II PEMBAHASAN
1.      Struktur Virus .........................................................................................................3
2.      Selubung Virus Tumbuhan .....................................................................................5
3.      Klasifikasi Virus .....................................................................................................7
4.      Siklus Replikasi Virus..............................................................................................8
5.      Peranan Virus Terhadap Makhluk Hidup.................................................................13
BAB III PENUTUP
.    A. Kesimpulan ...........................................................................................................15
     B. Saran ……………………………………………………………………………..... 15

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN PERTANYAAN DISKUSI







BAB I
PENDAHULUAN
    A. Latar Belakang
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya.
Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak. Pada tahun 1883, Adolf Mayer, seorang ilmuwan Jerman, menemukan bahwa penyakit tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah disemprot dengan getah tanaman yang sakit. Karena tidak berhasil menemukan mikroba di getah tanaman tersebut, Mayer menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop.
Pada tahun 1892, Dimitri Ivanowsky dari Rusia menemukan bahwa getah daun tembakau yang sudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakit mosaik. Ivanowsky lalu menyimpulkan dua kemungkinan, yaitu bahwa bakteri penyebab penyakit tersebut berbentuk sangat kecil sehingga masih dapat melewati saringan, atau bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan. Kemungkinan kedua ini dibuang pada tahun 1897 setelah Martinus Beijerinck dari Belanda menemukan bahwa agen infeksi di dalam getah yang sudah disaring tersebut dapat bereproduksi karena kemampuannya menimbulkan penyakit tidak berkurang setelah beberapa kali ditransfer antar tanaman. Patogen mosaik tembakau disimpulkan sebagai bukan bakteri, melainkan merupakan contagium vivum fluidum, yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit.
Setelah itu, pada tahun 1898, Loeffler dan Frosch melaporkan bahwa penyebab penyakit mulut dan kaki sapi dapat melewati filter yang tidak dapat dilewati bakteri. Namun demikian, mereka menyimpulkan bahwa patogennya adalah bakteri yang sangat kecil.
Pendapat Beijerinck baru terbukti pada tahun 1935, setelah Wendell Meredith Stanley dari Amerika Serikat berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik yang kini dikenal sebagai virus mosaik tembakau. Virus ini juga merupakan virus yang pertama kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron pada tahun 1939 oleh ilmuwan Jerman G.A. Kausche, E. Pfankuch, dan H. Ruska.

    B.  Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah struktur virus ?
2.      Bagaimanakah selubung virus ?
3.      Bagaimanakah klasifikasi virus ?
4.      Bagaimanakah siklus replikasi virus ?
5.      Apa saja peranan virus terhadap makhluk hidup ?

C. Tujuan
1.      Untuk mengetahui struktur virus
2.      Untuk mengetahui selubung virus
3.      Untuk mengetahui klasifikasi virus
4.      Untuk mengetahui siklus replikasi virus
5.      Untuk mengetahui peranan virus terhadap makhluk hidup












BAB II
PEMBAHASAN
1   1. Struktur Virus



a)      Ukuran Virus
Virus berukuran sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Ukuran virus sekitar 20 – 300 milimikron, jauh lebih kecil dari ukuran bakteri, yaitu 10 mikron. Untuk membuktikan bahwa ukuran virus sangat kecil, Iwanovski dan M. Beijerinck melakukan eksperimen dengan penyaringan. Ternyata virus tetap lolos dari saringan keramik, sedangkan bakteri tersaring karena ukurannya lebih besar daripada virus.
b)      Bentuk Virus
Virus dapat berbentuk oval, batang (memanjang), huruf T, dan dapat juga berbentuk bulat. Virus memiliki struktur yang sangat sederhana. Virus hanya terdiri dari materi genetik berupa DNA atau RNA yang dikelilingi oleh suatu  protein pelindung yang disebut kapsid. Kapsid dibangun oleh subunit subunit yang identik satu sama lain yang disebut kapsomer. Bentuk kapsomer-kapsomer ini sangat simetris dan suatu saat dapat mengkristal. Pada beberapa virus, seperti virus herpes dan virus influenza, dapat pula dilengkapi oleh sampul atau envelope dari lipoprotein (lipid dan protein). Pembungkus ini merupakan membran plasma yang berasal dari sel inang virus. Suatu virus dengan materi genetik yang terbungkus oleh pembungkus protein disebut partikel virus atau virion.
c)      Susunan Tubuh Virus
·         Kapsid
Kapsid merupakan lapisan pembungkus DNA atau RNA, kapsid dapat berbentuk heliks (batang), misalnya pada virus mosaik, ada yang berbentuk polihedral pada virus adenovirus, ataupun bentuk yang lebih kompleks lainnya. Kapsid yang paling kompleks ditemukan pada virus Bakteriofaga (faga). Faga yang pertama kali dipelajari mencakup tujuh faga yang menginfeksi bakteri Escherichia coli, ketujuh faga ini diberi nama Tipe 1 (T1), Tipe 2 (T2), Tipe 3 (T3) dan seterusnya sesuai dengan urutan ditemukannya.
·         Kapsomer
Kapsomer adalah subunit-subunit protein dengan jumlah jenis protein yang biasanya sedikit, kapsomer akan bergabung membentuk kapsid, misalnya virus mosaik tembakau yang memiliki kapsid heliks (batang) yang kaku dan tersusun dari seribu kapsomer, namun dari satu jenis protein saja.
·         Struktur Tambahan Lainnya
Struktur tambahan lainnya, yaitu selubung virus yang menyelubungi kapsid dan berfungsi untuk menginfeksi inangnya. Selubung ini terbentuk dari fosfolipid dan protein sel inang serta protein dan glikoprotein yang berasal dari virus itu sendiri. Tidak semua virus memliki struktur tambahan ini, ada beberapa yang memilikinya, misalnya virus influenza. Secara kebetulan faga tipe genap yang diketemukan (T2, T4 dan T6) memiliki kemiripan dalam struktur, yaitu kapsidnya memiliki kepala iksohedral memanjang yang menyelubungi DNA dan struktur tambahan lainnya, yaitu pada kepala iksohedral tersebut melekat ekor protein dengan serabut-serabut ekor yang digunakan untuk menempel pada suatu bakteri.
·         Kepala
Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid
·         Isi Tubuh
Isi tubuh virus sering disebut virion, yang terdiri dari asam nukleat (DNA atau RNA). Virus hanya memiliki salah satu tipe asam nukleat. Terdapat beberapa jenis virus berdasarkan isi tubuhnya yaitu   Virus yang isi tubuhnya RNA dan bentuknya menyerupai kubus antara lain, polyomyelitis, virus radang mulut dan kuku, dan virus influenza.Virus yang isi tubuhnya RNA, protein, lipida, dan polisakarida, contohnya paramixovirus.Virus yang isi tubuhnya terdiri atas RNA, protein, dan banyak lipida, contohnya virus cacar.
·         Ekor
Serabut ekor adalah bagian yang berupa jarum dan berfungsi untuk menempelkan tubuh virus pada sel inang. Ekor ini melekat pada kepala kapsid. Ekor virus terdiri atas tabung bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Khusus untuk virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak memiliki ekor.
            Tubuh virus tersusun atas senyawa-senyawa berikut :
a)  Asam nukleat, asam deoksiribonukleat (DNA) atau asam ribonukleat (RNA) sebagai bagian inti. Asam nukleat pada virus diselubangi kapsid sehingga disebut nukleokapsid. Ada dua macam nukleokapsid yaitu:
·         Nukleokapsid telanjang, misalnya pada TMV, adenovirus dan warzervirus (virus kulit).
·         Nukleokapsid yang masih diselubungi membran pembungkus misalnya virus influenza dan virus hespes.
b) Protein, merupakan komponen utama yang menyusun bagian terbesar dari kapsid.
c)  Lipid, terdapat pada virus dalam bentuk fosfolipid, gikolipid, asam nukleat, kolesterol dan lemak-lemak alami.
d) Karbohidrat, terdapat dalam bentuk ribose atau deoksirebose dalam asam nukleat.

2     2. Selubung Virus




Selubung protein virus bersifat antigetic yang mempunyai aktivitas hemaglutinasi, yang mana sangat berperan aktif dalam proses virus entry. Dalam pembuatan vaksin virus kesulitan utamanya terletak pada kompleksitas struktur protein selubung yang dimiliki virus. Namun, selaput protein virus ini dapat diuraikan oleh air sabun yang memiliki sifat dapat mengemulsikan lemak dan lipoprotein sebagai bahan utama kapsid virus.
Selubung protein virus mengandung fosfolipid, protein, dan glikoprotein juga beberapa molekul enzim di dalam selubung protein virus telanjang (kapsid). Yang mana disusun oleh 20 jenis asam amino, yaitu alanin(Ala, A), leucine(Leu, L), isoleucine(Ile, I), valine(Val, V), praline(Pro, P), phenilalanin(Phe, P), tryptopan(Trp, W), metionin(Met, M), glicsin(Gly, G), threonin(Thr, T), tyrosin(Tyr, Y), cystein(Cys, C), asparagin(Asn, N), gulutamin(Glu, Q), asam aspartat(Asp, D), asam glutamat(Glu, E), lysine(Lys, K), histidin(His, H), serin(Ser, S), dan Arginin(Arg, R).
Fungsi selubung virus ini adalah :
·         Sebagai pelindung virus
·         Menyelubungi materi genetika yang berupa DNA atau RNA
·         Pintu untuk masuk virus kedalam inti sel
·         Mengkaitkan virus di ke permukaan sel
·         Sebagai protein penyusun kapsid sehingga menjadi virus yang utuh
·         Sebagai pendeteksi/alat mengenali hambatan waktu pengkaitan virus
·         Bertanggung jawab dalam mekanisme penginfeksian sel inang
·         Sebagai tameng dari virus sehingga imunitas tubuh manusia tak berdaya
·         Memudahkan penggabungan antara permukaan sel induk dengan virus (viral and host membrane fusion)
·         Bertanggung jawab menginduksi antibodi tertutup sehingga akses sistem imun mencapai situs pelekatan reseptor menjadi sangat sempit
Mekanisme kerja selubung protein :
Selubung protein virus merubah dirinya ke struktur yang lebih mudah untuk penggabungan/pengaitan di ke permukaan sel yang dikenal dengan hemaglutinasi. Kemudian selubung protein virus menggait ke reseptor tertentu di permukaan sel. Sehingga mesin gen kita pun tidak mengenali lagi benda asing ini. Apabila menempelnya selubung protein virus mengalami hambatan, selubung protein virus melakukan mutasi (proses perubahan selaput luar protein dari virus secara perlahan) yang dikenal dgn proses antigen-drift. Sedangkan bila melalui proses reassortment (proses perubahan selaput luar protein dari virus secara radikal) dikenal dgn antigen-shift. Virus melakukan perbiakan. Setelah itu, virus menjadi aktif kembali lalu mensintesias protein peyusun selubung protein virus. Yang mana pada waktu keluar dari sel dan sering dimodifikasi, seperti dengan penambahan glikoprotein tertentu.

3   3. Klasifikasi Virus
a)      Virus berdasarkan kandungan asam nukleat
1)      Ribovirus (Virus RNA) yaitu virus yang asam nukleatnya berupa RNA.
Contoh :
·         Virus toga (penyebab demam kuning dan ensefalitis)
·         Virus arena (penyebab meningitis)
·         Virus picorna (penyebab polio)
·         Virus orthomyxo (penyebab influenza)
·         Virus paramyxo (penyebab pes pada ternak)
·         Virus rhabdo (penyebab rabies)
·         Virus hepatitis (penyebab hepatitis pada manusia)
·         Retrovirus (dapat menyebabkan AIDS)
2)      Deoksiribovirus (Virus DNA) yaitu virus yang asam nukleatnya berupa DNA
Contoh :
·         Virus herpes (penyebab herpes)
·         Virus pox (penyebab kanker seperti leukemia dan limfoma, ada pula yang menyebabkan AIDS)
·         Virus mozaik (penyebab bercak-bercak pada daun tembakau)
·         Virus papova (penyebab kutil pada manusia/papiloma)
b)      Virus berdasarkan bentuk dasarnya
1)      Virus bentuk ikosahedral
Yaitu bentuk tata ruang yang dibatasi oleh 20 segitiga sama sisi dengan sumbu rotasi ganda. Contoh virus polio dan adenovirus.
2)      Virus bentuk helikal
Yaitu menyerupai batang panjang, nukleokapsidnya tidak kaku, berbentuk heliks, dan memiliki satu sumbu rotasi. Pada bagian atas terlihat RNA virus dengan kapsomer, misal virus influenza dan TMV.
3)      Virus bentuk kompleks
Yaitu Struktur yang amat kompleks dan pada umumnya lebih lengkap dibanding dengan virus lainnya. Contoh poxvirus (virus cacar) yang mempunyai selubung yang menyelubungi asam nukleat.
c)      Virus berdasarkan keberadaan selubung yang melapisi nukleokapsid
1)      Virus berselubung
Yaitu mempunyai selubung yang tersusun dari lipoprotein atau glikoprotein. Contoh poxvirus, herpesvirus, orthomyxovirus, paramyxovirus, rhabdovirus, togavirus, dan retrovirus.
2)      Virus telanjang
Yaitu Nukleokapsid tidak diselubungi oleh lapisan yang lain. Contoh Adenoviruses, Papovaviruses, Picornaviruses, dan Reoviruses.
d)     Virus berdasarkan jumlah kapsomer
1)      Virus dengan 252 kapsomer, contoh adenovirus
2)      Virus dengan 162 kapsomer, contoh herpesvirus
3)      Virus dengan 72 kapsomer, contoh papovavirus
4)      Virus dengan 60 kapsomer, contoh picornavirus
5)      Virus dengan 32 kapsomer, contoh parvovirus
e)      Virus berdasarkan sel inangnya
1)      Virus yang menyerang manusia, contoh HIV
2)      Virus yang menyerang hewan, contoh rabies
3)      Virus yang menyerang tumbuhan, contoh TMV
4)      Virus yang menyerang bakteri, contoh virus T
      4. Siklus Replikasi Virus
Untuk berkembangbiak, virus memerlukan lingkungan sel yang hidup. Virus hanya dapat berkembang biak (bereplikasi) pada medium yang hidup (embrio, jaringan hewan, jaringan tumbuhan). Karena virus tidak memiliki sistem enzim dan tidak dapat bermetabolisme, maka virus tidak dapat melakukan reproduksi sendiri. Untuk berkembangbiak mereka harus menginfeksi sel inang. Ada dua macam cara menginfeksi virus yaitu fase litik dan fase lisogenetik.
a.       Daur litik
virus akan menghancurkan sel hospes setelah berhasil melakukan replikasi. Adapun tahapanya sebagai berikut:
1)      Fase Adsorbsi
Fase adsorbsi ditandai dengan melekatnya ekor virus pada dinding sel bakteri. Virus menempel hanya pada tempat-tempat khusus, yakni pad permukaan dinding sel bakteri yang memiliki protein khusus yang dapat ditempeli protein virus. Menempelnya virus pada protein diding sel bakteri itu sangat khas, mirip kunci dan gembok. Virus dapat menempel pada sel-sel tertentu yang diinginkan karena memiliki reseptor pada ujung-ujung serabut ekor. Setelah menempel, virus mengeluarkan enzim lisozim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding bakteri dan sel inang.
2)      Fase Injeksi
Setelah terbentuk lubang, kapsid virus berkontraksi untuk memompa asam nukleatnya (DNA dan RNA) masuk kedalam sel. Jadi, kapsid virus tetap berada diluar sel bakteri. Jika telah kosong, kapsid lepas dan tidak berfungsi lagi.
3)      Fase Sintesis
Virus tidak memiliki “mesin” biosintetik sendiri. Virus akan menggunakan mesin biosintetik inang (misalnya bakteri) untuk melakukan kehidupanya. Karena itu, pengendali biosintetik bakteri yakni DNA bakteri, harus dihancur-hancurkan. Untuk itu DNA virus memproduksi enzim penghancur. Enzim penghancur akan menghancurkan DNA bakteri tapi tidak menghancurkan DNA virus. Dengan demikian bakteri tidak mampu mengendalikan mesin biosintetik sendiri.
DNA viruslah sangat berperan, DNA virus mengambil alih kendali kehidupan. DNA virus mereplikasikan diri berulangkali dengan jalan menkopi diri membentuk DNA virus dengan jumlah banyak. Selanjutnya DNA virus tersebut melakuakn sintesis protein virus yang akan dijadikan kapsid dengan menggunakn ribosom bakteri dan enzim-enzim bakteri. Jelasnya, didalam sel bakteri yang tidak berdaya itu disintesis DNA virus dan protein yang akan dijadikan sebagai kapsid virus, dalam kendali DNA virus. 
4)      Fase Perakitan
Kapsid yang disintesis mula-mula terpisah-pisah antara bagian kepala, ekor, dan serabut ekor. Bagian-bagian kapsid itu dirakit menjadi menjadi kapsid virus yang utuh, kemudian DNA virus masuk didalamnya. Kini terbentuklah tubuh virus yang utuh. Jumlah virus yang tebentuk 100-200 buah.
5)      FaseLitik
Ketika perakitan virus selesai, virus telah memproduksi enzim lisozim lagi, yakni enzim penghancur yang akan menghancurkan dinding sel bakteri. Dinding sel bakteri hancur, dinding sel bakterimengalami lisis (pecah), dan virus-virus baru akan keluar untuk mencari inang yang lain. Fase ini merupakan fase lisisnya sel bakteri namun bagi virus merupakan fase penghamburan virus.
Penelitian pada fag yang menyerang bakteri Esherichia coli menunjukkan bahwa ada virus yang mengakibatkan bakteri mengalami lisis dan ada yang tidak. Virus T4 mengakibatkan bakteri mengalami lisis dan karenanya daur hidup virus tersebut disebut sebagai daur litik.


 
b.      Daur lisogenik, virus tidak menghancurkan sel bakteri. Tahapannya sebagai berikut :
1)      Fase Adsobsi
Fase adsorbsi ditandai dengan melekatnya ekor virus pada dinding sel bakteri. Virus menempel hanya pada tempat-tempat khusus, yakni pad permukaan dinding sel bakteri yang memiliki protein khusus yang dapat ditempeli protein virus. Menempelnya virus pada protein diding sel bakteri itu sangat khas, mirip kunci dan gembok. Virus dapat menempel pada sel-sel tertentu yang diinginkan karena memiliki reseptor pada ujung-ujung serabut ekor. Setelah menempel, virus mengeluarkan enzim lisozim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding bakteri dan sel inang.
2)      Fase Injeksi
Setelah terbentuk lubang, kapsid virus berkontraksi untuk memompa asam nukleatnya (DNA dan RNA) masuk kedalam sel. Jadi, kapsid virus tetap berada diluar sel bakteri. Jika telah kosong, kapsid lepas dan tidak berfungsi lagi.
3)      Fase Penggabungan
Ketika memasuki fase injeksi, DNA virus masuk kedalam tubuh bakteri. Selanjutnya, DNA bakteri atau melakukan penggabungan. DNA bakteri berbentuk silkuler, yakni seperti kalung yang tidak berujung dan berpangkal. DNA tersebut berupa benang ganda yang terpilin. Mula-mula DNA bakteri putus, kemudian DNA virus menggabungkan diri diantara benang yang putus tersebut, dan akhirnya membentuk DNA sikuler baru yang telah disisipi DNA virus. Dengan kata lain, didalam DNA bakteri terknadung DNA genetik Virus.
4)      Fase Pembelahan
Dalam keadaan tersebut itu, DNA virus tidak aktif, yang dikenal sebagai profag. Karena DNA virus menjadi satu dengan DNA bakteri, maka jika DNA bakteri melakukan replikasi, profag juga ikut melakukan replikasi. Misalnya saja jika bakteri akan membelah diri, DNA menhkopi diri dengan proses replikasi. Dengan proses replikasi. Dengan demikian profag juga ikut terkopi. Terbentuklah dua sel bakteri sebagai hasil pembelahan dan didalm setiap sel anak bakteri tekandung profag yang identik. Demikian seterusnya hingga proses pembelahan bakteri berlangsung berulangkali sehingga setiap sel bakteri yang terbentuk didalam terkadung profag. Dengan demikian jumlah profag mengikuti jumlah sel bakteri yang ditumpanginya.
5)      Fase Sintesis
Karena radiasi atau pengaruh zat kimia tertentu profag taktif. Profag tersebut memisahkan diri dari DNA bakteri, kemudian menghanacurkan DNA bakteri. Selanjutnya, DNA virus mengadakan sintesis yakni mensintesis protein untuk digunakan sebagi kapsid bagi virus-virus baru dan juga melakukan replikasi DNA sehingga DNA virus menjadi banyak.
6)      Fase Perakitan
Kapsid-kapsid dirakit menjadi kapsid virus yang utuh, yang berfungsi sebagai selubang virus. Kapsid yang terbentuk mencapai 100-200 kapsid baru. Selanjutnya DNA hasil replikasi masuk ke dalamnya guna membentuk virus yang baru.
7)      Fase Litik
Setelah terbetuk virus-virus baru terjadilah lisis sel bakteri (uraian sama dengan daur litik). Virus-virus yang terbentuk berhamburan keluar sel bakteri guna menyerang bakteri baru. Dalam daur selanjutnya virus dapat mengalami daur litik atau daur lisogenik.

      5. Peranan Virus Terhadap Makhluk Hidup
a.       Peranan yang menguntungkan
1)   Membuat Vaksin
·      Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) berfungsi sebagai pencegah penyakit cacar air, gondongan, campak jerman
·      OPV (Oral Polio Vaccine) berfungsi sebagai pencegah sakit polio
·       (Varicella Zoster Vaccine) berfungsi mencegah penyakit cacar air
·      HBV (Hepatitis B Vaccine) berfungsi sebagai pencegah sakit kuning
2)      Pembuatan pelawan racun (antitoksin)
3)      Pelemahan bakteri
b.      Peranan yang merugikan
1)      Bagi Manusia
·         Hepatitis (Pembengkakan Hati)
·         Influenza disebabkan oleh Orthomyxovirus
·         Rabies
·         Mata Belek
·         Campak
·         Polio
·         Ebola
·         Gondongan
·         Demam Berdarah
·         AIDS
·         Kanker
·         Herpes Simplex
·         Pilek
·         Flu Burung
·         Cacar Air
·         SARS
2)      Bagi Hewan
·         Penyakit kuku-mulut (food and mouth disease) disebabkan oleh virus. Penyakit ini menyerang kerbau, sapi, atau hewan ternak lain yang mengakibatkan mereka tidak mampu berjalan atau makan.
·         Penyakit rabies yang disebabkan oleh virus rabies (rhabdovirus), menyerang hewan-hewan berdarah panas seperti anjing, kucing, kelelawar, kera, dan lainnya.
·         Penyakit tetelo yang biasa menjangkiti ayam. Menyebabkan ayam batuk dan mencret, lalu mati. Apabila penyakit tetelo dapat disembukan, ayam tersebut bisa hilang keseimbangan dan kepala terus berputar. Penyebab penyakit ini adalah virus New Castle Disease.
·         Tumor/kanker yang menyerang ayam dan unggas lain disebabkan oleh Rous Sarcoma Virus (RSV).
·         Avian Influenza (flu burung) disebabkan virus H5N1.
·         Penyebab tumor beberapa jenis hewan yaitu Adenovirus.
·         Polyoma penyebab tumor yang menyerang hewan.
3)      Bagi Tumbuhan
·         Mozaik, ditandai dengan bercak kuning pada tembakau, disebabkan oleh TMV (Tobacco Mozaik Virus)
·         CUPD (Citrus Vern Phloem Degeneration) penyebab penyakit pada jeruk , yang menyebabkan rusaknya pembuluh angkut (Floem)
·         Tungro, penyebab kerdil pada tanaman padi, vektornya adalah wereng hijau dan wereng coklat.














BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologi. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).
Klasifikasi Virus diantaranya : Virus Penyerang Bakteri (Bakteriofage), Virus Protista Virus Tumbuhan, dan Virus Hewan/Manusia. Selain itu juga, virus dapat diklasifikasi menurut kandungan jenis asam nukleatnya yaitu pada RNA dan DNA. Pada virus RNA, dapat berunting tunggal (umpamanya pikornavirus yang menyebabkan polio dan influenza) atau berunting ganda (misalnya revirus penyebab diare); demikian pula virus DNA (misalnya berunting tunggal oada fase φ × 174 dan parvorirus berunting ganda pada adenovirus, herpesvirus dan pokvirus).
Pada replikasi atau perbanyakan virus dapat dengan dua daur yaitu daur litik dan daur lisogenik.
B.     Saran
Dengan membaca makalah ini, pembaca disarankan agar bisa mengambil manfaat tentang apa yang penulis sampaikan dalam makalh ini. Pada penulisan makalah ini penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak sekali kekurangan. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun guna penulisan makalah menjadi lebih baik kedepannya.

 

Daftar Pustaka

Campbell, Reece dan Mitchell. 2003. Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Lay, B.W. 1994. Analisis Mikroba di Laboratorium . PT Raja Grafindo Persada. jakarta
Pelezar, MJ dan EJS, Chan 1998. Dasar-Dasar Mikrobiologi. UI Press. Jakarta
Volk. Wesley dan Whele. Margaret. 1990. Mikrobiologi Dasar Edisi kelima jilid 2. Jakarta : Erlangga





















Komentar

  1. Saya hadir buk -Rifara Suci Yulika

    BalasHapus
  2. Casino Games - DrmCAD
    Casino Games for all ages | 포항 출장안마 The gaming room offers the best 충주 출장마사지 in 김포 출장마사지 Play 영천 출장안마 the best games for cash prizes, get your prizes, and make 경상남도 출장마사지 life easier! All online

    BalasHapus

Posting Komentar